Tentang CINTA dan KASIHmu, Ibu.
Dalam bodohku, sering aku bertanya, harus mulai dari mana aku membalas semua cinta dan kasihmu. Karena cinta dan kasihmu sudahlah tak terhitung banyaknya. Tapi mengapa aku sering merasa lebih pintar darimu Ibu. Maka maafkan anakmu ini!
Tentang KESABARANmu, Ibu.
Dalam sempitnya pikirku, sering aku memandangimu, dengan apa aku mengeringkan bekas ompolku yang pasti sudah kering di telapak tanganmu, tetapi nakalnya aku ketika kecil tentu akan selalu memenuhi gembira di hatimu. Lalu aku berpikir, mengapa aku selalu marah padamu jika hal-hal kecil saja tidak bisa ibu berikan padaku. Maka maafkan anakmu ini!
Tentang IKHLASmu, Ibu.
Tak pernah aku ragukan … . Terimakasih Ibu dan maafkan anakmu ini yang terlalu membebanimu!
