Seorang PEMIMPIN yang selalu merasa MEMBUTUHKAN anak buahnya, pasti menjadi sosok pemimpin yang sangat DIRINDUKAN dan DIHORMATI anak buahnya.
Laksana larik kisah Rasulullah dalam Perang Khandaq (PARIT), semua tahu, bahwa Rasulullah adalah seorang panglima perang yang tangguh, seorang pejuang yang gigih, juga seorang pemimpin yang cerdas. Namun beliau tetap menggunakan kearifan dan kebesarannya, dengan memanggil semua sahabat untuk bermusyawarah guna menghadapi kepungan Madinah atas Bani Nadhir, kaum kafir Quraisy dan sekutu mereka kabilah Arab lainnya. Dari sekian banyak ide-ide cemerlang para sahabat. Maka, mufakat pun menggolkan usulan sahabat Salman al-Farisi. Dan kemudian, digalilah parit di bagian utara Madinah.
Di pagi buta yang dingin, Rasulullah pun sudah berangkat ke lokasi galian parit. Beliau turun langsung memimpin ribuan para mujahid Madinah. Semangat, terus Beliau pompakan pada para pejuang Madinah. Kerja keras!! Sampai sore menjelang, tanpa kenal lelah. Hingga diganjallah perut Rasulullah juga para pejuang pemberani dengan dua batu, sekadar untuk menahan lapar bersama para pejuang Madinah.
Meski, pada suatu hari turunlah keajaiban Allah SWT. Gelaran kurma yang yang dibawa oleh saudari an-Nu'man bin Basyir yang hanya sejumput. Namun, tak habis dimakan oleh ribuan tentara Islam. Hingga bahkan setelah semua mengambil kurma, ternyata masih ada ceceran kurma yang menggelinding dari gelaran kain.
Subhanalloh!
Meski, pada suatu hari turunlah keajaiban Allah SWT. Gelaran kurma yang yang dibawa oleh saudari an-Nu'man bin Basyir yang hanya sejumput. Namun, tak habis dimakan oleh ribuan tentara Islam. Hingga bahkan setelah semua mengambil kurma, ternyata masih ada ceceran kurma yang menggelinding dari gelaran kain.
Subhanalloh!
